Tampilkan postingan dengan label sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayang. Tampilkan semua postingan

Jangan Pergi Dariku

mengapa terjadi perpisahan ini?
saat sang cinta melebarkan sayapnya
apalagi aku tlah terlanjur cinta
aku malu pada teman dan semua orang

kekasihku sayang, jangan pergi
dari hidup dan jiwaku yang sepi
kalau memang tiada jodoh kita
aku tetap tak memilih tuk sendiri

mungkin apa yang kurasakan sekarang
tak pernah terlintas di pikiran mu
serasa ku tak bernyawa di sisimu
semoga kau kan bahagia selamanya

Pelangi

tadi kulihat pelangi di langit
hanya berpendar tak ceria lagi
tersenyum pada mentari berharap
khan ada waktu lebih lama lagi
untuk tunjukkan keindahannya
pada semua orang didunia ini

pelangi jangan kau sirna pergi
kami masih butuh indah warnamu
tuk beri sebuah khayalan indah
tentang hidup damai di dunia
seperti kilaumu yang sejuk itu
ajarkan kami tuk menjadi indah

Mimpi Yang Terkurung

aku hanya ingin menjalani hidupku,
waktuku yang berharga,
semua yang kusukai tanpa penyesalan.

Tanpa banyak pikiran lagi di otak. Hanya melakukannya. Lebih banyak tersenyum.

Tak lagi tertunduk lesu. Bila kubertannya bisakah aku? Bagian lain diriku menjawab:

"itu semua terserah kamu"

Lalu otakku kembali memproses,
ah jawaban seperti ini sulit.
aku harus mengalahkan diriku sendiri?

Selamat Ulang Tahun

Dalam suka mulut tertawa
Dalam duka mata berkaca
Dalam kaku pikir terpaku
Dalam waktu langkah satu-satu

Ada batu semangat tak mati kutu
Ada lubang jati diri tak hilang
Terseok-seok menyusur jalan berkelok-kelok
Jatuh bangun namun tetap tekun

Demi masa depan
demi kesejahteraan
demi kebahagiaan
demi Tuhan, teruslah berjuang

November ‘98

Lima Stanza Tsunami

i
mulus menerimanya
tak sempat menolaknya
pulang ke dasar
bila berakhir dalam tenang
muram mencatat derita
kenangan yang sulit
trauma yang berbunga

ii
pertemuan ini hebat

Lima Stanza Tsunami

i
mulus menerimanya
tak sempat menolaknya
pulang ke dasar
bila berakhir dalam tenang
muram mencatat derita
kenangan yang sulit
trauma yang berbunga

ii
pertemuan ini hebat

Sapuan Kasih Ilahi

Ya Allah, terhapus sudah jejak kaki dan senda gurau anak-anak kami ditepian pantai itu,
segalanya yang kami miliki dan kami banggakan tlah hilang tersapu oleh takdirMu,
Kini tinggallah puing dan ratapan tangis kami menggenangi negeri,

Ya Allah,Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Dari tanda-tanda kekuasaanMu,
Cucilah dosa-dosa kami dengan cucuran airmata kami sendiri,

Sapuan Kasih Ilahi

Ya Allah, terhapus sudah jejak kaki dan senda gurau anak-anak kami ditepian pantai itu,
segalanya yang kami miliki dan kami banggakan tlah hilang tersapu oleh takdirMu,
Kini tinggallah puing dan ratapan tangis kami menggenangi negeri,

Ya Allah,Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Dari tanda-tanda kekuasaanMu,
Cucilah dosa-dosa kami dengan cucuran airmata kami sendiri,

Hari Ibu dari Taraka

Liebe Mutter,
ich wünsche Dir Glück und Fröhlichkeit
Die Sonne soll Dir lachen so gut ich kann
Alle Zeit will ich Dir Freude machen
Denn Mutters Tag das ist wahr

Die sind an allen Tagen da
Ich habe Dich lieb das ganze Jahr
Das wollte ich Dir sagen

(Dein Raka), yang membacakannya langsung setelah bangun tidur disertai penemuan hasil eksperimennya dan lukisannya yang selalu penuh fantasi

Hari Ibu dari Taraka

Liebe Mutter,
ich wünsche Dir Glück und Fröhlichkeit
Die Sonne soll Dir lachen so gut ich kann
Alle Zeit will ich Dir Freude machen
Denn Mutters Tag das ist wahr

Die sind an allen Tagen da
Ich habe Dich lieb das ganze Jahr
Das wollte ich Dir sagen

(Dein Raka), yang membacakannya langsung setelah bangun tidur disertai penemuan hasil eksperimennya dan lukisannya yang selalu penuh fantasi

Ibu....

ibu…
anakmu mengakui kesalahannya
yang tak bisa selalu membahagiakanmu

ibu…
anakmu mengakui kekeliruannya
yang selalu membuat tubuhmu penat karena ulahku

ibu…
anakmu mengaku salah
yang selalu membalas senyummu dengan tangismu

Ibu....

ibu…
anakmu mengakui kesalahannya
yang tak bisa selalu membahagiakanmu

ibu…
anakmu mengakui kekeliruannya
yang selalu membuat tubuhmu penat karena ulahku

ibu…
anakmu mengaku salah
yang selalu membalas senyummu dengan tangismu